Puisi: Di Pulaumu, Nina

Andhika Mappasomba
Andhika Mappasomba Daeng Mammangka
di sana
di seberang laut itu
sekuntum bunga tua, tumbuh memesona
sembilan pulau merentang
ragam wajah dan pesona menawan
warna lautnya penuh ragam tanya yang berjelaga pada senja merah saga
malam lebih syahdu
angkasa benderang berbintang
aku akan petik satu
menjadi batu cincin penuh rindu terukirkan huruf namamu
aku pakai kemana-mana
.
anak-anak berenang riang di tepi
kau ada di sana
membawa selendang bianglala
kau ajak aku turut
aku lupa berkata tidak
basahlah sudah jiwa ini dengan air laut di tepi dermaga itu
dermaga hatimu, nina
.
senja yang indah itu
kau kirim padaku
aku membenam di matamu, di hatimu.
aku lupa jalan kembali, keluar dari asin manismu
bagai remaja belasan
aku riang gembira terjatuh ke kawah cintamu, matamu.

.
di puncak bukit pulaumu yang tak seberapa luas dan tinggi itu
aku kibarkan bendera
angin lembut mengibasnya penuh cahaya
hatiku membara dalam asmara
hatiku tak henti mengembara menjelajahimu
.
ingin rasanya selalu ada di sana
menemanimu bermain dan berjalan tak henti-henti
hingga lupa jalan kembali
meski harus selalu pergi
melintasi laut
membangun jarak rindu yang sendu
.
di pulaumu, nina
meski tanpa air tawar
tawamu melepas dahaga
tawamu mengobati duka lara
menjeremuskan aku ke dalam gelora
.
sembilan pulaumu, nina
adalah puisi yang mesti ditulis satu-satu
satu pulau satu puisi rindu
satu pulau satu kecupan di hatimu
satu pulau satu dekapan untukmu
agar sempurna rindu itu mengikat hati
agar ombak selalu sempurna berbisik lembut, membisikkan rinduku yang tak pernah surut padamu
.
belasan sampan diikat menunggu musim
alga rupa warna
kicau lengking camar
semilir angin laut teluk bone
buih dan arus menenun hasrat
membelai jiwaku yang haus kembara
terus mengembara lalu tiba pada senyummu
aku tertambat di pulaumu, nina
.
dari sini, di seberangi laut
aku berdiri di tepi
menatap bayang
.
aku terus terbayang pulaumu,
nina
pulau penggoda sembilan harapan
pulau dengan bukit hijau sempurna
bagai buah mangga mengkal atau apel dengan daging yang lezat
.
orang orang curiga
aku sepi, malu sendiri
aku bilang, biarlah begini, demi hasratku yang membara kepadamu


PULAU SEMBILAN, Sinjai, Natal 2017