Wacana Pembangunan Anjungan di Pantai Bira Ditanggapi Budayawan Muda Bulukumba

kabar-pedalaman-1
Salah satu spot di pantai Bira (Foto oleh PML)
Setelah beredarnya kabar dan foto siteplan pembangunan Anjungan di Pantai Pasir Putih Bira, Junalis Kabar Pedalaman, Irhyl R Makkatutu, meminta tanggapan Budayawan Bulukumba, di Warkop Malewa Makassar. (09/03/2018).

Menurut Andhika, Plan Pembangunan Anjungan di Pantai Bira itu kurang tepat. Saat ini kawasan wisata Bira sudah sangat sesak. Yang dibutuhkan adalah tempat parkir dan fasilitas sosial yang lebih baik dan mendukung wisatanya. Dikhawatirkan bahwa Anjungan bukannya menambah keindahannya yang eksotis. Malah akan merusak pemandangan saja.

Jika Pemkab memang memiliki dana untuk pengembangan wisata, sebaiknya mencari spot baru. Bukan pada spot yang ada selama ini.

Belum lagi jika anjungan itu mengarah ke laut. Itu tentu akan sangat mengganggu view natural dan eksotismenya.
kabar-pedalaman-2
Advokat Hardiyanto, SH., MH sedang bersantai di pantai Bira
Tapi, semua berpulang pada kebijakan pemkab. Mereka yang pegang kendali.

Kalau boleh mengusul, anjungan diganti saja dengan masjid terapung yang indah dan bercorak kultural Bulukumba untuk menghapus soal Bira yang identik dengan "wisata seksual".

Bira sudah indah. Fasilitas sosial yang dibutuhkannya. Jika memang lebih banyak anggaran, lebih baik mengembangkan destinasi wisata lain, seperti Lemo-Lemo atau Mandala Ria. Agar penyebaran spot wisata Bulukumba lebih banyak dan berkeadilan sosial bagi Rakyat Bulukumba.
kabar-pedalaman-3
Seorang pengunjung menikmati indahnya pantai Bira
"Jangan sampai kita membangun hal yang sudah baik dan tidak menambah keindahannya. Malah, itu akan merusaknya. Arah pembangunan wisata kekinian adalah naturalisme. Kealamian dan keberpihakan pada linhkungan. Jangan sampai kita berbuat hal sia-sia, seperti membuang garam ke laut," tutup Andhika.